SMS BAIK YANG KURANG AJAR - SMS SPAM

From: (+62877xxxxxxx)

“ACEH pukul 5 sore kemarin mendapat sesuatu bunyi yang ganjil lagi, seperti raungan raksasa yang kedua kalinya, dari bawah dasar lautan samudera pasifik. Menurut para ulama, itu suara dajjal yang berusaha naik ke dunia, oleh karena itu, kita disuruh tidak berhenti adzan dan sholat 5 waktu.
Siapa yang membaca ini, tolong sebarkan ke 20 orang. Jangan dipermainkan, lillahi ta’ala demi Allah ini amanahmu dalam waktu 24 jam gak dikirim, musibah berupa dibenci orang-orang akan sial sampai umur 48 tahun. Apa arti beberapa sms gratis. Hanya saling mengingatkan sesama muslim”
Info by: Hamba Allah SWT.


Begitulah isi pesan yang saya dapatkan. SMS sama yang kesekian kalinya yang saya dapatkan namun berbeda sumber.

Kesal, tentu saja iya. SMS semacam ini bukan yang pertama dan hampir sering saya dapatkan. Bahkan sudah saya anggap sebagai SPAM. Bukan karena malas dengan menyebarkan SMS yang mungkin gratis ke teman-teman. Tetapi, tak lebih karena seringkali SMS seperti ini berpotensi merusak akidah para pembacanya yang tidak berhati-hati. Belum lagi fakta yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Lucu memang, ketika mendapatkan SMS semacam ini tetapi fakta dari isi pesan tersebut tidak ada kebenarannya. Seperti halnya dalam SMS di atas tadi terdapat kalimat.

“ACEH pukul 5 sore kemarin mendapat sesuatu bunyi yang ganjil lagi, seperti raungan raksasa yang kedua kalinya, dari bawah dasar lautan samudera pasifik”.

Sejak kapan Aceh berhubungan dengan samudera pasifik? Apakah Aceh sudah pindah ke bagian timur Indonesia? Terus apa Aceh sudah gak betah berada dibagian barat dari negeri kita tercinta ini?

Faktanya: Aceh, terletak di bagian barat Negera Kesatuan Republik Indonesia. Beribu kota di Banda Aceh di sebelah selatan, berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara. Sedangkan sebelah timur berbatasan dengan Selat Malaka, sebelah Utara berbatasan dengan Kepulauan Nikobar dan Kepulauan Andaman yang di hubungkan dengan Laut Andaman. Untuk sebelah Barat, Aceh Daratan dibatasi oleh Selat/Laut Simeuleu, yang bergabung dengan Lautan Indonesia (dahulu bernama Lautan Hindia).

Jadi, secara Fakta, isi SMS tersebut sangatlah salah, karena Aceh sama sekali tidak berhubungan dengan Samudera Pasifik (Lautan Teduh). Sedangkan letak dari Samudera Pasifik, untuk wilayah Indonesia hanya bersinggungan dengan Papua. Dan itu berarti Samudera Pasifik terletak di bagian timur Indonesia. Jadi, bisa dikatakan, 100% SMS tersebut adalah tidak benar.

Kurang bukti? Lihat gambar berikut.



Hal lain yang perlu diperhatikan dalam isi SMS tersebut adalah tentang beberapa kalimat terakhir.

“Siapa yang membaca ini, tolong sebarkan ke 20 orang. Jangan dipermainkan, lillahi ta’ala demi Allah ini amanahmu dalam waktu 24 jam gak dikirim, musibah berupa dibenci orang-orang akan sial sampai umur 48 tahun.”

Nah, yang ini apaan? Ancaman?

Tentu kita akan merasa takut setelah membacanya. Apalagi seringkali diberikan embel-embel “Demi Allah”. Makin ciut saja nyali kita setelah membacanya. Tapi, apakah kita sudah memikirkannya dengan Akal Sehat yang jelas-jelas telah Allah berikan, dan tentunya dengan Pengetahuan yang telah DIA Karuniakan kepada Kita.

Coba kita Nalar, Siapa sih yang memberikan cobaan? Siapa sih yang memberikan musibah? Siapa sih yang memberikan kesusahan? Lalu siapa yang mberikan kita Keuntungan? Siapa yang memberikan kita kesenangan? Kebahagiaan? Kemaslahatan atau kemudhorotan? Allah tentunya.

Apakah kesusahan atau kesenangan yang kita dapatkan adalah hasil dari menyebarkan atau tidak menyebarkan SMS? SAMA SEKALI TIDAK!

Jika kita menyebarkan SMS karena takut mendapatkan musibah, bukankah kita malah lebih “CENDERUNG MENYEKUTUKAN ALLAH” karena beranggapan musibah datang karena tidak menyebarkan SMS tersebut?

SMS tidak bisa memberikan Maslahat atau Mudhorot sedikitpun. SEDIKIT PUN TIDAK!!!

Jadi, mengapa kita terjebak dalam hal-hal yang menyesatkan seperti itu?

Akan lebih sangat bermakna jika kita mengingatkan sesama muslim melalui SMS tanpa diberi embel-embel ancaman seperti itu. Bukankah kita dianjurkan mengingatkan sesama muslim dengan cara yang halus, tanpa ancaman? Jadi, mengapa kita malah menyebarkan SMS yang isinya bisa mengklaim penerimanya akan mendapatkan kutukan atau faedah jika tidak mengikuti kata-kata yang tertulis di pesan singkat tersebut?

Mungkin ini yang dapat kita ambil dari sisi positif SMS tersebut.